Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah

Harga Mobil LCGC Baru November 2020, Intip yang Termurah
November 4, 2020
Land Rover Akan Lahirkan Defender Versi Mungil, Bakal Jadi Lawan Suzuki Jimny?
November 7, 2020

Masih Bingung Bedain Aki Kering dan Aki Basah?

Jakarta – Mobil konvensional memang identik dengan mesin pembakaran. Tapi jangan salah, mobil bensin sebenarnya juga menggunakan sistem listrik dalam mekanisme mesin dan fiturnya yang diasup oleh baterai atau disebut dengan aki.

Nah, aki mobil ini ada dua, aki kering dan aki basah. Dua jenis aki ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, namun berbeda dalam beberapa hal termasuk karakteristik, harga, hingga perawatannya. Apakah detikers sudah tahu bedanya apa? Kalau belum simak penjelasannya seperti dikutip dari situs Suzuki Indonesia.

Pertama kita bahas aki basah. Aki jenis ini biasanya menggunakan wadah yang transparan. Penggunaan wadah yang semi transparan ini bertujuan untuk mempermudah pengguna mengetahui berapa kadar air aki yang masih tersisa. Air aki dapat disebut juga sebagai air zuur.

Air zuur sendiri adalah air atau cairan aki yang memiliki fungsi sebagai perendam. Cell-cell yang terkandung dalam aki akan direndam menggunakan air zuur ini. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa aki yang basah menggunakan wadah transparan.

Dalam penggunaannya, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pengecekan terhadap air aki. Apalagi cell-cell tadi harus dicek dan dipastikan sudah terendam sepenuhnya dengan air aki. Jika Anda tidak memastikannya, dikhawatirkan belum terendam dan akan berdampak pada kinerja mesin.

Apabila cell tidak terendam air aki sempurna, maka penyimpanan pada arus juga akan mengalami pengurangan. Akibatnya, akan terjadi oksidasi dan membuat lempeng cell menjadi berkarat dan kelistrikan di kendaraan menjadi tidak maksimal.

Karena itu, ketika menggunakan aki basah dianjurkan untuk melakukan pengecekan secara berkala setidaknya satu bulan satu kali. Kemudian, tambahkan batas air aki sesuai dengan petunjuk atau batasan yang dianjurkan. Jangan tambahkan air aki melebihi batas yang dianjurkan.

Setelah sebelumnya Anda telah mengetahui apa itu aki basah, maka selanjutnya Anda perlu memahami juga apa itu aki yang kering. Meski disebut kering, tentu saja aki ini tetap memiliki cairan sebagaimana jenis aki yang basah.

Namun demikian, aki jenis ini tetap memiliki perbedaan dengan yang sebelumnya, khususnya pada bagian kemasan. Kemasan aki ini memiliki pemilihan warna yang cenderung full pada desainnya. Misalnya saja menggunakan warna biru, hitam, putih, maupun kuning.

Berbeda bukan dengan aki dengan cairan basah yang transparan pada bagian kemasan? Selain itu, aki kering juga tidak mempunyai lubang-lubang pengisian di atas kemasan. Sedangkan aki dengan cairan basah memiliki lubang-lubang pengisian.

Setelah mempelajari dan mengetahui karakteristik dasar dari aki yang kering dan aki yang basah, maka Anda bisa mempelajari tentang apa perbedaan di antara keduanya. Aki yang kering memiliki isi yang biasanya berbentuk gel. Ternyata dengan menggunakan bentuk gel bisa memperkecil penguapan yang terjadi. Jika penguapan yang terjadi lebih kecil, ini akan memungkinkan volume gel dapat terjaga pula.

Aki yang kering memiliki kelebihan lain yaitu free maintenance. Apa itu free maintenance? Free maintenance adalah bebas perawatan. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk melakukan perawatan apapun, karena jenis aki ini bisa langsung digunakan.

Meski demikian, ternyata aki kering juga memiliki kekurangan yang harus Anda ketahui, mulai dari harga yang lebih mahal, sampai dengan proses perbaikan apabila aki mengalami kerusakan. Aki yang kering ini, apabila rusak akan lebih sulit diperbaiki.

Hal ini karena untuk memperbaiki aki kering rusak, maka Anda harus membuka penutup atau segel aki. Karena ini, kebanyakan orang lebih memilih untuk membeli aki yang baru lagi.

Soal harga, aki yang basah dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan aki yang kering. Aki basah ini perkiraan harganya hanya sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Sedangkan aki yang kering memiliki harga Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.

Sementara itu, apabila terjadi kerusakan, aki yang basah lebih mudah untuk perbaiki. Apalagi aki jenis ini juga banyak dijual di pasaran, sehingga banyak pula yang menyediakan jasa perbaikan.

Terkait masa pakai, jenis aki yang basah memiliki jangka pemakaian yang lumayan awet atau panjang. Apalagi dalam masa pemakaian Anda rutin melakukan penggantian air, aki jenis ini bisa lebih awet lagi dalam masa penggunaannya.

Dibalik kelebihan yang dimiliki oleh aki yang basah di atas, aki ini masih memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah, aki yang basah memiliki cairan elektrolit yang mudah menguap, sehingga menyebabkan air aki cepat habis.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa aki yang basah memerlukan perawatan. Hal ini karena terjadi proses penguapan, sehingga perlu dikontrol dengan baik. Apabila tidak dikontrol dan dirawat dengan baik, maka bisa terjadi korosi pada komponen kendaraan yang Anda gunakan. (oto.detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diatas roda youtube
Call Now
Whatsapp